Februari 25, 2024

RTMM Ajak PPRK Bahas Bantuan Kemahalan Buruh Rokok Akibat Kenaikan Harga BBM

Kudus, radarmurianews.com – Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Kudus akan mengajak asosiasi Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) untuk membahas mengenai Bantuan Kemahalan bagi pekerja rokok.

Bantuan Kemahalan ini adalah salah satu upaya RTMM dalam membantu para pekerja rokok akibat harga-harga yang melambung tinggi yang disebabkan kenaikan harga BBM. Hal ini setelah pada rapat sebelumnya memutuskan untuk menggelar survei menyikapi usulan kenaikan bantuan kemahalan oleh buruh akibat dampak kenaikan harga BBM bersubsidi. Hasil survai harga kemahalan yang meliputi diantaranya yakni elemen kebutuhan pokok dan transportasi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua FSP RTMM-SPSI Kabupaten Kudus Subaan Abdul Rohman, menurutnya, dampak kenaikan BBM memang dirasa sangat berat bagi para pekerja rokok. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mengusulkan BKm ini.

“Kami tidak sebatas nulis lalu minta bantuan ini, tapi by data. Kami sudah survei ke tujuh pasar juga terkait harga bahan pokok yang mengalami kenaikan. Contohnya kami survei di Pasar Bitingan, Dawe, Kliwon, Bareng, Brayung,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, pihaknya mensurvei terkait harga lama dan harga baru kebutuhan pokok yang ada di pasar. Terutama bahan pokok yang dibutuhkan pekerja sehari-hari, seperti lauk-pauk, sayur, beras hingga susu.

Selain survei di pasar, pihaknya juga melakukan survei untuk kenaikan tarif transportasi dan tempat penitipan anak. Menurutnya, ada kenaikan yang cukup signifikan juga di kedua bidang itu.

“Angkot yang tarif awalnya Rp 3 ribu sekali jalan jadi Rp 4 ribu, jadi pekerja setiap hari harus menambah Rp 2 ribu untuk transpot pulang-pergi. Lalu penitipan anak, tarifnya juga naik, biasanya Rp 20 ribu jadi Rp 25 ribu,” ujarnya.

Namun, pihaknya belum bisa memberikan nominal pasti untuk Bantuan Kemahalan bagi pekerja rokok. Nominal BKm ini yang akan dimusyawarahkan bersama asosiasi PPRK.

“Nominalnya belum bisa kita pastikan, data ini akan kami bawa ke asosiasi PPRK untuk didiskusikan. Yang jelas, BKM ini kami usahakan minimal ada tambahan bagi pekerja supaya tidak mengurangi apa yang dia dapat setiap hari sebelum adanya kenaikam BBM,” jelasnya.

Visits: 22