April 14, 2024

Penjual di Pasar Bulu Semarang Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng

Semarang, radarmurianews.com – Pemerintah telah mengumumkan harga minyak goreng per 1 Februari kemarin. Namun kenyataanya minyak goreng subsidi tak kunjung merata dan juga ketersediaan minyak dari distributor juga mulai langka. Sehingga beberapa pedagang minyak goreng di Kota Semarang merugi.

Pedagang minyak goreng Pasar Bulu, Untung mengatakan, saking langkanya minyak goreng dari distributor, dia terpaksa membeli minyak goreng dari penjual lain dengan harga yang lebih mahal.

Hal itu terpaksa dia lakukan lantaran keberadaan minyak gorang mulai langka.

“Saya itu beli minya Rp 14.500 per liter. Saya itu membeli bukan  dari  agen minyak. Saya membeli  dari orang lain. Akhirnya  saya bisa menjual Rp 15.500 per liternya karena sudah langka ini,” jelasnya , Sabtu (5/2/2022).

Selain itu, stok minyak goreng yang lama juga terpaksa dia jual dengan harga yang murah. Dia memilih resiko itu karena takut minyak goreng yang dia jual bakal kadaluarsa.

“Ya yang  awalnya saya beli Rp 20 ribu saya jual Rp 14 ribu. Kadang juga ada yang saya campur. Mau gimana lagi,” imbuhnya.

Pedagang yang lain, Muji juga mengatakan hal yang sama. Sampai saat ini stok minyak dari distributor mulai langka. Sejak awal bulan ini, dia hanya mendapatkan satu merek minyak goreng kemasan saja.

“Ini yang datang hanya dari minyak goreng kemasan fortune yang sudah harga subsidi, untuk merek-merek yang lain belum datang,” jelasnya.

Saat ini, stok minyak tesebut juga sudah habis. Dia mengaku sudah melakukan pemesanan terhadap agen  minyak goreng fortune dan merek minyak yang lain namun belum ada balasan sampai saat ini.

“Pada belum ngasih kabar. Ini yang lama juga masih ada. Ya saya tak mau rugi tetap saya jual harga  Rp 19 ribu ya,” paparnya.

Dia meminta agar pemerintah segera mendistribusikan minyak subsidi kepada para pedagang yang ada pasar. Menurutnya, sudah banyak  pelanggan yang pindah memilih membeli minyak goreng di sumermarket dan minimarket yang harganya lebih murah.

Visits: 29