Februari 21, 2024

Warga Karaban Gelar Ritual Barian Guna Tolak Bencana Corona

Pati, radarmurianews.com – Hampir 1,5 tahun bangsa kita dilanda wabah virus corona. Berbagai upaya pemerintah untuk menangani wabah ini. Termasuk pemimpin daerah masing-masing tentu telah berusaha mencegah persebaran virus corona ini.

Seperti di Pati, sedang diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali. PPKM dilaksanan dengan peraturan bahwa tidak ada berkegiatan diatas jam 20.00 untuk wilayah se-Kab. Pati.

Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Angka kasus terkena covid-19 tidak mengalami penurunan. Dalam sepuluh hari terakhir ini, hampir tiap hari ada warga yang meninggal. Dalam satu hari bisa 3-4 orang meninggal.

Di Karaban, Pati, keadaan ini semakin hari semakin menjadi kekhawatiran tersendiri oleh masyarakat. Karaban dikenal sebagai desa terpadat penduduknya se-Kab. Pati. Berdasarkan hasil diskusi para penghuni Group Karaban Informasi City dalam menyikapi pandemi covid-19 yang tak kunjung usai, warga Karaban mengadakan Ritual Barian atau Bancaan Tolak Balak pada hari Kamis 1 Juli 2021.

“Istilah Barian berasal dari bahasa Arab dari akar kata Baro’a, Yubari’u, Baro’atan, artinya bebas. Dalam Bahasa Jawa disebut Bari’an atau Tolak Balak”, Jelas akun FB Mas Rohmad di Group Karaban Informasi City.

Ritual Barian diadakan di setiap gang RT wilayah Desa Karaban. Acara berlangsung dengan tetap melaksanakan prokes .Acara dimulai pada pukul 17.00 WIB hingga menjelang waktu solat Isya. Acara Barian adalah hampir sama dengan kegiatan Bancaan atau syukuran pada umumnya, dengan tujuan khusus penolakan balak.

Setelah Barian selesai, disusul dengan Barong berkeliling setia gang yang ada diwilayah Desa Karaban. Biasanya, Barong selesai keliling menjelang tengah malam. Sebetulnya, acara Barong penolak balak keliling di Desa Karaban adalah setiap Malam Jumat Wage sebelum terjadi pandemi covid-19.

Visits: 40