Juni 22, 2024

PLT Bupati Kudus HM. Hartopo Instruksikan Tujuh Camat Siaga Banjir dan Longsor

PLT Bupati Kudus HM Hartopo

PLT Bupati Kudus HM Hartopo

KUDUS, Radarmurianews.com - Pelaksana tugas Bupati Kudus HM. Hartopo menginstruksikan kepada tujuh camat di Kabupaten Kudus untuk melakukan siaga bencana banjir dan tanah longsor. Sebagai upaya meminimalisir dampak bencana alam menyusul masih tingginya curah hujan.

KUDUS, Radarmurianews.com – Pelaksana tugas Bupati Kudus HM. Hartopo menginstruksikan kepada tujuh camat di Kabupaten Kudus untuk melakukan siaga bencana banjir dan tanah longsor. Sebagai upaya meminimalisir dampak bencana alam menyusul masih tingginya curah hujan.

“Selain itu, saat ini sejumlah desa masih terdampak banjir sehingga menjadi langkah antisipasi agar tidak makin meluas,” kata Pelaksana tugas Bupati Kudus HM Hartopo usai rapat koordinasi bencana banjir dan longsor di Lantai IV Gedung Setda Kudus, Rabu (10/2/2021).

Ia juga meminta untuk membuat tempat pengungsian siaga bencana yang dilengkapi dapur umum. Hartopo memastikan, semua kebutuhan logistik akan dicukupi oleh pemerintah daerah.

Untuk itu, dia meminta ketujuh kecamatan tersebut menyiapkan segala sesuatunya demi antisipasi potensi bencana alam yang terjadi di daerahnya. Termasuk menyiapkan dapur umum.

Tujuh kecamatan yang diminta siaga bencana tersebut, diantaranya Kecamatan Mejobo, Jati, Undaan, Gebog, Kaliwungu, Mejobo, dan Dawe.

Ia juga meminta para camat untuk mendata warga yang berada di lokasi rawan longsor untuk mengungsi. Meskipun saat ini masih fokus dalam penanganan banjir, antisipasi terjadinya longsor tetap harus dilakukan.

Untuk daerah atas seperti Gebog dan Dawe, para warga yang rumahnya berada di tepian tebing diminta untuk segera mengungsi, sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan dampaknya bisa diminimalisir.

Warga yang berada di lereng yang rawan longsor diminta untuk segera mengungsi sementara ke tempat pengungsian atau ke rumah saudaranya.

Camat Undaan Rifa’i Nawawi mengakui sudah melakukan antisipasi bencana alam, terutama banjir.

Apalagi, sebelumnya terdapat tanggul sungai yang sleding di Desa Undaan Lor sepanjang 150 meteran. Kemudian ada tanggul agak rawan luapan air di Desa Medini, Smbung dan Undaan Tengah.

Untuk antisipasi air melimpas, maka digerakkan kerja bakti dan setiap gang diminta menyiapkan posko untuk mengecek tanggul rawan.

“Semua kepala desa kami minta cek daerah rawan banjir. Jika ada yang rawan segera ambil langkah antisipasi,” ujarnya.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo hari ini (10/2) juga mendampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengunjungi lokasi banjir, termasuk mengunjungi pengungsi yang ada di Balai Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Wagub Jateng bersama HM Hartopo juga berbincang-bincang dengan sejumlah pengungsi, termasuk menanyakan kesehatannya.

“Jika sakit, segera berobat karena Pemkab Kudus menanggung biaya pengobatannya alias gratis,” ujar HM Hartopo kepada salah seorang pengungsi.

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen juga menjanjikan untuk meminjami mesin pompa penyedot banjir untuk mengurangi genangan banjir di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.

“Jika harus menunggu surut secara normal tentunya butuh waktu lama. Kami sudah berkomunikasi jika memang ada mesin pompa segera dikirim ke Kudus untuk percepatan surutnya banjir,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah-langkah Pemkab Kudus dalam menangani pengungsi banjir di sejumlah desa di Kabupaten Kudus karena kebutuhan makan dan minumnya juga terpenuhi, termasuk bidang kesehatan para pengungsi.

Views: 1058