Agustus 15, 2026

Milad SDIT UBK Kudus Berbalut Semangat Kemerdekaan, Siswa dan Wali Murid Jalan Sehat

Gebyar Milad ke-15 SDIT Umar bin Khathab Kudus .

Pelepasan rombongan jalan sehat dalam rangka Gebyar Milad ke-15 SDIT Umar bin Khathab Kudus dan HUT RI.

Gebyar Milad ke-15 SDIT Umar bin Khathab Kudus sungguh luar biasa, karena untuk pertama kalinya dimeriahkan dengan jalan sehat yang melibatkan siswa bersama orang tuanya, sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan terhadap anaknya selama mengikuti proses belajar mengajar.

Jalan sehat yang berlangsung Sabtu (15/8) pagi, dimulai pukul 06.30 WIB hingga pukul 07.30 WIB. Sebelum berangkat, terlebih dahulu memohon doa, kemudian dimeriahkan dengan pemotongan pita balon udara serta menembakkan “confetti popper” atau alat pesta genggam yang mengeluarkan suara letupan dan menyemburkan potongan kertas warna-warni ke udara.

Hadir dalam acara tersebut, pengurus Yayasan Al Fath Kudus. Di antaranya Ketua Yayasan Al Fath Kudus Drs Parjono, Syuaibul Huda, serta ada Drs Eko Handoko.

Untuk rute jalan sehatnya, start dimulai dari halaman SDIT Umar Bin Khathab yang ada di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus, dilanjutkan dengan menyusuri jalan protokol dan perkampungan di Desa Singocandi (Kecamatan Kota) dan Peganjaran (Kecamatan Bae).

Sejumlah siswa yang ikut jalan sehat bersama orang tua dan adiknya sambil mengusung poster kecil bertuliskan jalan sehat “Semarak Milad SDIT Umar Bin Khathab Kudus ke-15 dan HUT RI Ke-81.

Menurut Kepala SDIT Umar Bin Khathab Kudus Agustina Lilik Roosmawati, S. Sos. di Kudus, Sabtu, Milad ke-15 SDIT UBK ini memang spesial karena selama 15 tahun, baru pertama kalinya dimeriahkan dengan jalan sehat bersama keluarga masing-masing siswa.

Melalui jalan sehat tersebut, diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar SDIT Umar Bin Khathab Kudus.

“Kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan dan kegembiraan bagi seluruh keluarga besar SDIT Umar Bin Khathab Kudus. Semoga Milad ke-15 ini menjadi momentum bagi sekolah untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam mendidik generasi yang berkarakter dan berprestasi,” ujarnya.

Awal berdirinya SDIT UBK, kata Agustina, sekelilingnya masih berupa persawahan. Sedangkan saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi pemukiman maupun tempat usaha yang padat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemilik lahan yang memberikan kesempatan kepada pihak Yayasan Alfath Kudus untuk membangun lembaga pendidikan jenjang sekolah dasar (SD). Awal berdiri hanya 43 murid, kini berkembang menjadi 587 murid.

Perkembangan SDIT UBK tersebut, menurut dia, merupakan berkat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang selama ini diberikan.

“Terima kasih ayah bunda dan masyarakat sekitar. Kini semakin dipercaya masyarakat. Semoga memberikan kemanfaatan bersama,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan terhadap ayah bunda karena perayaan Milad SDIT UBK dengan jalan sehat bersama keluarga ini merupakan yang pertama kalinya sepanjang 15 tahun SDIT UBK berdiri.

Milad SDIT UBK sebenarnya jatuh pada 11 Juli 2026. Namun, karena rangkaian perayaannya berdekatan dengan HUT Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut sekaligus dikemas untuk menyemarakkan peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, semangat cinta Tanah Air turut ditunjukkan dengan pekikan “Merdeka!” sebagai bentuk dukungan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“HUT Kemerdekaan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air. Semoga kemerdekaan ini juga menjadikan kita semua sebagai pribadi yang cinta damai untuk masa depan negara ini,” ungkapnya.

Momentum tersebut dinilai penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini kepada para peserta didik. Anak-anak yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar merupakan generasi penerus yang kelak memiliki peran penting dalam menentukan arah dan masa depan bangsa.

Karena itu, perayaan Milad SDIT UBK tidak sekadar menjadi ajang memperingati hari jadi sekolah, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter peserta didik agar tumbuh sebagai generasi yang memiliki semangat persatuan, cinta Tanah Air, cinta damai, serta peduli terhadap masa depan Indonesia.

Dengan semangat kemerdekaan yang terus ditanamkan sejak bangku sekolah dasar, para peserta didik diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi emas Indonesia yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki karakter kuat dan jiwa nasionalisme.

Views: 5