Februari 25, 2024

Penyebab Udara di Jawa Tengah Kian Panas

Jawa Tengah, radarmurianews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya peningkatan suhu udara di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang semakin panas. Temperatur rata-rata di Jawa Tengah dan DIY mengalami tren kenaikan selama 30 tahun terakhir, sejak 1990. Kenaikan tersebut tidak terjadi secara merata namun tengah wilayah daratan mengalami kenaikan lebih tinggi daripada pesisir.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut, meningkatnya suhu di Jateng dan DIY tersebut selain disebabkan tingginya laju perubahan penggunaan lahan juga diakibatkan karena peningkatan emisi gas rumah kaca. “Secara mikro di kawasan Gunung Merapi, kenaikan suhu udara di sekitar wilayah Merapi ada tren kenaikan selama 30 tahun sebesar 0,7 derajat Celsius,” ujarnya .

Selain di kawasan Gunung Merapi, tren suhu di perkotaan dipantau juga menunjukkan tren kenaikan temperatur khusus Kota Yogyakarta dari 2007.
“Ternyata memang ada korelasi khusus antara penutup lahan dengan kenaikan suhu,” ungkapnya.

“Saat ini BMKG tengah mengupayakan pengumpulan data lebih jauh ke belakang yaitu selama kurun waktu 50 tahun guna melihat signifikasi perubahannya,” katanya lagi.

Secara ekologis, kawasan lindung Gunung Merapi merupakan kawasan yang memengaruhi kondisi terutama kualitas lingkungan secara luas di kawasan Gunung Merapi berperan besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. “Jika kawasan ini rusak, maka akan mempengaruhi kemampuan kawasan di sekitarnya dalam hal adaptasi perubahan iklim,” kata dia. Menurut Dwikorita, tren peningkatan suhu udara seperti ini juga terjadi di kota-kota besar lainnya.

Oleh karena itu, tren tersebut harus direspons semua pihak karena bisa membawa dampak pada keberlangsungan hidup manusia. Khusus wilayah Yogyakarta, komponen ekologis di kawasan lindung Gunung Merapi harus menjadi perhatian serius, utamanya perubahan penutup lahan. “Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat harus melakukan upaya-upaya mitigasi sebagai bentuk tanggungjawab serta kepedulian terhadap kualitas lingkungan,” pungkasnya.

Visits: 24