April 18, 2026

KONI Kudus Sampaikan Permintaan Maaf kepada Masyarakat

KONI Kudus Sampaikan Permintaan Maaf kepada Masyarakat.

Penyerahan penghargaan kepada atlet berprestasi pada acara KONI Kudus Award di Pendopo Kabupaten Kudus.

RadarMurianews.com, KUDUS – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait penampilan atlet dansa yang dinilai terlalu vulgar dalam ajang KONI Kudus Award di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (29/12/2025) malam.

Ketua KONI Kabupaten Kudus, Sulistyanto, mengatakan permohonan maaf tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.

“Atas kejadian tadi malam, saya selaku Ketua KONI barusan menghadap Pak Bupati Kudus. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi tadi malam,” kata Sulistyanto usai menemui Bupati Kudus di Pendopo Pringgitan Kudus, Selasa.

Ia mengungkapkan, penampilan dari tim Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI/Dancesport) tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu untuk menyampaikan permohonan maaf tidak hanya kepada pemerintah daerah, tetapi juga kepada masyarakat Kudus secara luas.

“Intinya kami memandang perlu menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Pak Bupati, dan melalui media ini juga kami sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kudus,” ujarnya.

Sulistyanto menjelaskan, dari sisi KONI, penampilan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari cabang olahraga prestasi di bawah naungan Pengurus Pusat Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI). Nomor yang ditampilkan merupakan salah satu nomor yang dipertandingkan dan telah lolos kualifikasi untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 berdasarkan hasil seleksi pada Oktober 2025.

“Dari sisi KONI, penampilan itu murni olahraga prestasi yang memang akan dipertandingkan di Porprov 2026. Kebetulan nomor tersebut juga lolos kualifikasi tahun 2025,” jelasnya.

Meski demikian, Sulistyanto mengakui bahwa penampilan tersebut kurang tepat ditampilkan di Pendopo Kabupaten Kudus, mengingat nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Kudus.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus Mardijanto menyayangkan kejadian tersebut, karena menilai penampilan yang dinilai vulgar tidak pantas ditampilkan di Pendopo Kabupaten Kudus yang memiliki nilai sakral.

“Pendopo ini tempat yang sangat sakral dan kita hormati. Menurut saya kurang pas jika digunakan untuk penampilan seperti itu. Kudus ini kota santri, ada Sunan Kudus dan Sunan Muria,“ kata Mardijanto.

Ia menyebut, secara pribadi maupun kelembagaan, pihaknya akan memanggil KONI Kudus dalam waktu dekat untuk meminta penjelasan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Bukan berarti kami menolak olahraga, tapi penampilannya menurut saya kurang pantas untuk ditampilkan di pendopo. Masih banyak cabang olahraga lain yang bisa ditampilkan, seperti pencak silat atau wushu, yang lebih sesuai,” ujarnya.

Mardijanto menegaskan, alasan penyelenggara yang menyebut penampilan tersebut sebagai bagian dari olahraga tidak sepenuhnya dapat diterima jika tidak mempertimbangkan tempat dan norma yang berlaku di masyarakat Kudus.

Views: 80