Kudus, radarmurianews.com – Di Indonesia, hewan kurban yang disembelih saat momen Idul Adha umumnya sapi, kambing, atau domba. Namun berbeda di Kabupaten Kudus. Masyarakat tidak menyembelih sapi sebagai wujud toleransi, dan menggantikannya dengan kerbau. Salah satu kearifan lokal masyarakat Kabupaten Kudus itu masih bertahan hingga saat ini.
Sejarah di balik penyembelihan kerbau oleh masyarakat di Kudus merujuk pada sikap Sunan Kudus, salah satu Wali Songo. Hal itu untuk menghormati penduduk Kudus yang kala itu mayoritas masih beragama Hindu.
Sunan Kudus yang bernama asli Ja’far Shadiq datang ke Kudus pada abad ke-16. Saat itu, Hindu masih banyak dianut masyarakat Kudus. Bagi umat Hindu, sapi adalah hewan suci.
Meskipun pada akhirnya banyak masyarakat Hindu di Kudus beralih memeluk Islam, namun tradisi sikap toleransi yang diwariskan Sunan Kudus masih membumi dan dilakukan warga Kota Kretek saat ini.
Namun pada hari raya Idu Adha 1447 H ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mendapat bantuan hewan kurban Sapi dari pemerintah pusat. Bantuan hewan kurban dari presiden ini diserahkan ke Masjid Al-Fajr, Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Suasana penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Fajr, Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, mendadak ricuh saat sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto mengamuk sesaat sebelum disembelih pada Hari Raya Iduladha.
Sapi jenis simmental dengan bobot hampir mencapai satu ton itu awalnya hendak dibawa ke lokasi penyembelihan. Namun, hewan yang diberi nama “Mbah Bejo” tersebut tiba-tiba memberontak dan berusaha melepaskan diri dari pegangan petugas jagal.
Kepanikan pun sempat terjadi di area masjid. Sapi berukuran jumbo itu berlari tak terkendali hingga masuk ke parit di sekitar lokasi penyembelihan, membuat warga dan panitia kurban berhamburan menghindar.
Petugas jagal bersama warga kemudian berupaya menenangkan sapi tersebut agar situasi kembali kondusif. Proses penjinakan berlangsung cukup menegangkan karena sapi terus meronta dan sulit dikendalikan.
Butuh waktu sekitar 30 menit sebelum akhirnya sapi bantuan Presiden Prabowo itu berhasil dijinakkan. Petugas kemudian mengikat kaki dan kepala sapi agar proses penyembelihan dapat dilakukan dengan aman.
Takmir Masjid Al-Fajr sekaligus Ketua Panitia Kurban, Khoiron, mengatakan sapi bantuan Presiden tersebut diperkirakan akan diolah menjadi sekitar 600 bungkus. Sebanyak 300 bungkus diprioritaskan bagi masyarakat di sekitar lingkungan masjid, sementara sisanya akan dibagikan ke wilayah lain.
“Diperkirakan akan dibuat 600 bungkus,” katanya.**
Views: 6

More Stories
Bupati Kudus Pastikan Stok Kebutuhan Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali Jelang Idul Adha
553 Lulusan UMKU Resmi Nyandang Gelar Sarjana
Tradisi Tahunan “Apitan” desa Jati Wetan Kudus Tampilkan Kirab Budaya dengan Berbagai Atraksi Yang Memukau