Kudus, radarmurianews.com – Momentum halal bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi bersama pasca pelaksanaan kegiatan selama bulan suci Ramadan. Pada Minggu pagi (5/4/2026), bertempat di Mlatinorowito Gang 05, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus , Ormas Bodyguard Srigala Nusantara (BSN) menggelar kegiatan halal bihalal.
Acara halal bihalal Ormas BSN dihadiri jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BSN, pembina, penasehat, serta anggota dari berbagai wilayah. Suasana hangat penuh kebersamaan selama acara berlangsung. Acara ini juga bertujuan untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi.

Ketua Umum DPP BSN, Untung Joko Susilo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, baik secara pribadi maupun organisasi.
“Terima kasih atas kehadiran seluruh jajaran pembina, penasehat, dan pengurus. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf,” ujar Joko.
Lebih lanjut, Joko menegaskan bahwa halal bihalal ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi momen penting untuk memperkuat kebersamaan, kekompakan, dan soliditas internal organisasi.
Menurutnya, BSN terus menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Mulai dari evakuasi sarang tawon vespa, kerja bakti membersihkan sungai dan saluran air, santunan anak yatim, hingga kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama.
“Kami ingin BSN tidak hanya dikenal sebagai organisasi, tetapi juga hadir nyata memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina BSN, Sururi Mujib, menegaskan pentingnya menjaga dan meningkatkan kekompakan yang telah terbangun selama ini. Ia menyebut kiprah BSN dalam dua tahun terakhir telah mendapat pengakuan dari berbagai kalangan, baik masyarakat maupun instansi pemerintah dan swasta.
“Soliditas yang sudah baik ini harus terus dirawat dan ditingkatkan, terutama dalam kegiatan sosial dan keagamaan,” tegas Sururi.
Ia juga mendorong seluruh pengurus BSN untuk bersikap kritis dan inovatif dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, sebagai organisasi yang berkembang, BSN harus berani memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah daerah apabila ditemukan hal yang tidak sesuai dengan aturan.
“Organisasi harus sehat dan anggotanya sejahtera. Jika ada pelayanan publik yang tidak sesuai regulasi, pengurus harus berani mengingatkan. Itu bagian dari peran kontrol sosial yang dilindungi negara,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, BSN berharap dapat terus memperkuat peran dan kontribusinya di tengah masyarakat, sekaligus menjaga semangat kebersamaan sebagai fondasi utama organisasi.**(Mbarsidi)
Views: 21

More Stories
PKB Kudus Bidik Kemenangan Pemilu 2029, Bupati Jadi Motor Penggerak
Pemkab Kudus Pastikan Seleksi Sekda Objektif dan Profesional
Pekerja Rokok di Kudus Tolak Penambahan Layer Baru