September 18, 2026

Dinas Pendidikan Dorong Implementasi SPMI di PKBM

Kudus, radarmurianews.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus terus mendorong peningkatan mutu pendidikan kesetaraan melalui Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diselenggarakan oleh PKBM Karangturi melalui dukungan Dana BOP Kinerja Tahun 2026.

Bimtek SPMI di kabupaten Kudus menjadi penjaminan mutu pendidikan sehingga terkendali, terkontrol, dan akuntabel. Kegiatan ini pun sangat relevan dengan tuntutan Kecakapan Abad 21, ‘Era Digital’ untuk menyambut Revolusi Industri 4.0. Diharapkan juga para peserta mengimplementasikan SPMI di sekolah masing-masing. 

Seperti diketahui bahwa guru dan pimpinan sekolah di ‘Era Digital’ menghadapi tantangan yang luar biasa, baik tantangan kompetensi maupun karakter siswa.  Hal demikian, dibutuhkan kerja sama semua pihak.

Bertempat di Pusat Belajar Guru (PBG), Jum’at 18/9/2026, kegiatan ini diikuti oleh Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Kudus dan merupakan tindak lanjut dari Bimtek SPMI yang telah dilaksanakan pada Agustus 2026. Jika bimtek sebelumnya memberikan penguatan pemahaman, kegiatan ini diarahkan pada penerapan SPMI secara nyata di masing-masing PKBM.

Kegiatan menghadirkan Ratna Alifah, S.Pd., M.M., Fasilitator Penguatan Tata Kelola Satuan Pendidikan BBPMP Jawa Tengah, serta Kasi Pendidikan Masyarakat sebagai narasumber.

Bimtek SPMI ini sangatlah penting. Melalui SPMI membantu PKBM mengenali kondisi satuan pendidikan, memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan, melakukan evaluasi, serta menyusun tindak lanjut perbaikan secara berkelanjutan.

Sebagai suatu sistem, SPMI dalam pelaksanaannya,  memiliki lima tahapan kegiatan. Kegiatan tersebut yakni, pemetaan pemenuhan mutu, perencanaan pemenuhan mutu, pelaksanaan pemenuhan mutu, monitoring dan evaluasi pelaksanaan, serta rencana peningkatan strategi sebagai hasil refleksi dan tindak lanjut dari evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan. Siklus SPMI tercermin dan terealisasi dalam seluruh pelaksanaan program sekolah, baik dalam RKS, maupun RKAS.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan berharap SPMI tidak berhenti pada pemahaman dan dokumen, tetapi menjadi budaya kerja yang mendorong perbaikan tata kelola, pembelajaran, dan layanan pendidikan kesetaraan.

“Dari bimtek menuju implementasi. Dari data menuju aksi. Dari aksi menuju peningkatan mutu yang dirasakan peserta didik”.**

Views: 6