Mei 4, 2026

Tradisi Tahunan “Apitan” desa Jati Wetan Kudus Tampilkan Kirab Budaya dengan Berbagai Atraksi Yang Memukau

Kudus, radarmurianews.com – Tradisi tahunan Sedekah Bumi kembali digelar di desa Jati Wetan. Tradisi ini sebagai wujud syukur kolektif masyarakat desa Jati Wetan Kudus atas limpahan berkah dan keselamatan dari Sang Pencipta. Kegiatan Sedekah Bumi “Apitan” dipusatkan di Gedung Graha Jati Semi. Masyarakat Jati Wetan begitu antusias merayakan acara ini.

Kepala Desa Jati Wetan, Agus Susanto, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya dengan agenda keagamaan dan sosial.

 “Rangkaian acara diawali dengan khotmil Qur’an pada Kamis (30/4/2026) di Gedung Graha Jati Semi. Selanjutnya, pada Jumat (1/5/2026), digelar pembagian sekitar 3.000 porsi nasi jangkrik kepada Masyarakat,” jelas Kepala Desa Jati Wetan, Agus Susanto.

Kemeriahan mencapai titik kulminasi pada Minggu siang (3/5/2026). Sebanyak 40 kontingen dari berbagai RT unjuk gigi dalam kirab budaya yang menyulap jalanan desa menjadi “galeri seni berjalan”. Berbagai atraksi ditampilkan, mulai dari, Kostum Adat Peragaan busana tradisional yang memukau serta Gunungan Hasil Bumi Simbol kesuburan tanah Jati Wetan dan Pertunjukan Seni Penampilan seni tradisional yang atraktif.

Kepala Desa Jati Wetan, Agus Susanto, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi masif masyarakat. Ia mencatat setidaknya ada 2.000 peserta yang terlibat langsung dalam kirab tahun ini.

​“Meski acara kirab ini dilaksanakan setiap tahun, alhamdulillah warga tetap sangat antusias dan semangat. Sebanyak 40 kontingen dari berbagai RT mengikuti kirab hari ini dengan total peserta mencapai kurang lebih 2.000 orang,” ujar Agus Susanto di sela-sela acara.

Rribuan warga memadati jalanan desa untuk menyaksikan kirab budaya yang berlangsung pada Minggu (3/5/2026).

Bagi masyarakat Jati Wetan, Sedekah Bumi adalah “ruh” desa yang menjaga keharmonisan. Selain menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus zaman, momentum ini menjadi sarana paling efektif untuk mempererat tali silaturahmi.

​”Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga sekaligus memastikan budaya lokal kita tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” pungkas Agus.**(Mbarsidi)

Views: 13